Oktober 30, 2026
Screenshot_11

JAKARTA – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap stabil hingga akhir 2026 meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan. Kebijakan ini ditempuh atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menjamin ketersediaan pasokan energi nasional di tengah tekanan harga global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi, termasuk Pertalite dan Biosolar. Ia menyebut cadangan BBM nasional masih berada dalam standar minimum yang ditetapkan.

“Atas arahan Presiden (Prabowo), saya jamin bahwa cadangan BBM kita dalam standar minimum nasional dan harga untuk BBM subsidi (Pertalite) tidak akan naik,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta.

Bahlil menjelaskan, kenaikan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) yang mencapai sekitar US$92 per barel, melampaui asumsi APBN 2026 sebesar US$70 per barel, berpotensi meningkatkan kebutuhan anggaran subsidi dan kompensasi energi. Meski demikian, pemerintah tetap memprioritaskan stabilitas harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun.

“Negara, Bapak Presiden, sudah memerintahkan kepada kami untuk mengatakan bahwa tidak boleh ada kenaikan harga BBM subsidi sampai dengan akhir tahun,” tegasnya.

Untuk memperkuat ketahanan pasokan, pemerintah menyiapkan kontrak pengadaan jangka panjang serta menjajaki kepastian pasokan dari sejumlah negara, termasuk India dan China. Langkah ini ditujukan untuk mengantisipasi ketidakpastian pasar energi global dan menjaga kesinambungan distribusi BBM dalam negeri.

Bahlil menyebut cadangan Pertalite diperkirakan mencukupi kebutuhan selama 16–18 hari, sedangkan BBM beroktan lebih tinggi, seperti RON 92, 95, dan 98, serta solar tersedia untuk sekitar 20 hari.

Di daerah, pengawasan distribusi turut dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. I Wayan Winaya memastikan stok BBM di wilayahnya dalam kondisi aman setelah koordinasi dengan Pertamina dan pemantauan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak manager area Pertamina dan untuk stok BBM di wilayah Denpasar saat ini aman. Polresta Denpasar melalui Satreskrim dan Polsek jajaran juga terus melakukan monitoring di lapangan terkait dengan stok BBM serta situasi di sejumlah SPBU,” ujarnya.

Winaya mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan yang dapat mengganggu ketersediaan pasokan. Melalui penguatan pengadaan, pengawasan distribusi, dan stabilisasi harga, pemerintah berupaya menjaga ketahanan energi nasional sekaligus melindungi masyarakat dari dampak kenaikan harga minyak dunia.

(*/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *