Oktober 30, 2026
Screenshot_12

JAKARTA – Pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional dengan memperluas sumber pasokan bahan bakar minyak (BBM), minyak mentah, dan LPG melalui perubahan mekanisme pengadaan serta penjajakan kerja sama dengan berbagai negara.

Langkah ini menjadi strategi penting untuk menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat dan dunia usaha di tengah dinamika geopolitik global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan, Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2026 membuka ruang pengadaan energi melalui kerja sama antarpemerintah (government-to-government/G2G) dan pemerintah dengan badan usaha (government-to-business/G2B).

Skema ini memberikan keleluasaan bagi Indonesia untuk memilih negara pemasok sekaligus meningkatkan kepastian pengadaan.

“Dengan perpres ini kita melakukan G2G dan G2B. Artinya, kita sekarang sudah bisa melakukan pilihan-pilihan negara-negara mana saja yang kita akan ambil,” ujar Bahlil.

Menurutnya, mekanisme baru tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam memperoleh pasokan energi. Pemerintah juga menjajaki kerja sama dengan sejumlah negara, termasuk India dan China, serta mengupayakan kontrak pasokan jangka panjang.

“Dengan perpres ini, alhamdulillah, saya dengan Dirut Pertamina, Pak Simon, dan Dirut Patra Niaga, Pak Ega, akan lebih leluasa untuk mencari negara-negara mana saja yang bisa kita kembangkan,” ujarnya.

Selain memperluas jaringan pemasok, pemerintah menyiapkan pembangunan fasilitas penyimpanan minyak mentah di dalam negeri.

Infrastruktur ini diharapkan memungkinkan minyak impor dikirim langsung ke Indonesia sehingga rantai pasok lebih efisien dan ketergantungan pada jalur perantara dapat dikurangi.

“Rakyat Indonesia, tenang. Insyaallah saya akan memberikan jaminan, atas arahan dan perintah Presiden Prabowo, bahwa cadangan BBM kita dalam standar minimum nasional, harga tidak akan naik untuk BBM subsidi,” kata Bahlil.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyatakan kesiapan perusahaan menjalankan kebijakan pemerintah secara profesional dan bertanggung jawab. Ia menambahkan pihaknya terus berkomitmen menjaga pasokan energi untuk masyarakat tetap terjaga.

“Kami berkomitmen menjalankan penugasan dari pemerintah secara profesional dan bertanggung jawab agar pasokan energi bagi masyarakat dan industri tetap terjaga,” ujarnya.

Melalui diversifikasi pemasok, penguatan tata kelola pengadaan, dan pembangunan infrastruktur penyimpanan, pemerintah bersama Pertamina terus memperkuat fondasi ketahanan energi nasional.

Upaya ini diharapkan menjaga kesinambungan pasokan, mendukung kegiatan ekonomi, serta memberikan kepastian bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan energi sehari-hari. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *