Rayakan HUT ke-81 RI dengan Gembira, Masyarakat Diminta Waspadai Provokasi Demo Anarkis

Rayakan HUT ke-81 RI dengan Gembira, Masyarakat Diminta Waspadai Provokasi Demo Anarkis

Jakarta – Pemerintah mengajak masyarakat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dengan riang gembira dan menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang kebersamaan.

Di tengah tingginya antusiasme publik, masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap informasi bohong dan provokasi di media sosial yang berpotensi mengganggu suasana perayaan.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan pemerintah ingin perayaan kemerdekaan lebih dekat dengan masyarakat. Partisipasi warga dibuka seluas-luasnya dalam berbagai rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI.

“Kita ingin bulan kemerdekaan menjadi ruang perayaan milik kita semua. Sebuah ruang partisipasi publik yang benar-benar terbuka dan inklusif,” kata Qodari.

Semangat tersebut terlihat dari berbagai agenda yang melibatkan masyarakat, mulai dari pemilihan logo resmi hingga Pesta Rakyat di kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Bundaran Hotel Indonesia. Kegiatan akan diisi hiburan, perlombaan tradisional, pertunjukan, serta pembagian makanan gratis.

“Kita pastikan perayaan kemerdekaan ini benar-benar hidup dan menjadi milik seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali,” ujar Qodari.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari tingginya minat mengikuti upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan sekitar 336.000 orang mendaftar secara daring dalam empat hari, jauh melampaui kapasitas awal sekitar 5.500 kursi.

Melihat tingginya minat tersebut, Istana memutuskan menambah sekitar 3.400 kursi serta menyiapkan fasilitas tambahan di luar pagar Istana bagi masyarakat yang ingin menyaksikan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi.

“Ya, pasti ada perbedaan ya. Kalau masalah kejutannya, ya ditunggu nanti. Namanya juga kejutan,” kata Prasetyo Hadi.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang beredar di media sosial, terutama narasi yang belum terverifikasi dan mengarah pada demonstrasi hingga kerusuhan selama Agustus 2026.

Masyarakat diminta lebih bijak menyikapi setiap informasi serta memastikan kebenarannya sebelum mempercayai maupun menyebarkannya kepada pihak lain.

“Jadi sekali lagi saya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang beredar yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ucap Agus.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *