MBG Dinilai Mampu Hidupkan Kembali Aktivitas UMKM Daerah

MBG Dinilai Mampu Hidupkan Kembali Aktivitas UMKM Daerah

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah terus menunjukkan dampak positif, tidak hanya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan di berbagai daerah. Program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi salah satu instrumen strategis yang mampu menghidupkan kembali aktivitas UMKM, koperasi, hingga pasar tradisional.

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatat keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok MBG terus meningkat signifikan. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyebut hingga saat ini sebanyak 57.600 UMKM telah terlibat sebagai pemasok program MBG. Angka tersebut meningkat tajam dibanding awal implementasi program yang sebelumnya melibatkan sekitar 18 ribu UMKM pemasok.

“Yang justru harus disoroti adalah apakah keterlibatan usaha mikro dan kecil dalam rantai pasok itu sudah dibuka seluas-luasnya,” ujar Maman.

Menurut Maman, keterlibatan UMKM dalam MBG membuktikan bahwa program tersebut bukan sekadar program bantuan sosial biasa, melainkan sebuah ekosistem ekonomi baru yang mampu menciptakan perputaran ekonomi hingga ratusan triliun rupiah.Kondisi itu membuat aktivitas ekonomi di tingkat lokal menjadi jauh lebih hidup dibanding sebelumnya.

“Program MBG terbukti memberikan efek dan manfaat yang luar biasa bagi rakyat Indonesia,” kata Maman.

Pemerintah juga menilai program MBG menjadi momentum penting untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat sekaligus memperluas lapangan pekerjaan baru. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar menegaskan pemerintah berkomitmen memperkuat sektor UMKM dan ekonomi kreatif sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional di era pemerintahan saat ini.

“Komitmen Presiden Prabowo adalah memastikan UMKM dan ekonomi kreatif menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Karena itu seluruh program pemerintah harus memberi ruang sebesar-besarnya bagi pelaku usaha rakyat untuk berkembang,” ujar Cak Imin.

Dukungan terhadap dampak ekonomi MBG juga datang dari kalangan ekonom. Ekonom Center for Strategic and International Studies (CSIS), Riandy Laksono menilai program MBG memiliki potensi besar dalam memperkuat ekonomi rakyat apabila dijalankan dengan tata kelola yang adaptif dan efisien.

“Dapurnya sudah terbangun dan ekonomi rakyat mulai bergulir. MBG ini sangat atraktif dalam membantu sektor pertanian dan perdagangan di pasar-pasar tradisional. Ini adalah akselerasi fiskal yang memberikan dampak langsung pada pelaku ekonomi di bawah,” ujar Riandy.

Dengan semakin luasnya keterlibatan UMKM, koperasi, dan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok MBG, optimisme terhadap penguatan ekonomi daerah pun semakin besar. Pemerintah dinilai berhasil menghadirkan kebijakan yang tidak hanya menjawab kebutuhan sosial masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi nasional secara nyata hingga ke tingkat akar rumput.*

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *