PFII: Strategi Investasi Nasional, Merebut Kepercayaan Modal Dunia

PFII: Strategi Investasi Nasional, Merebut Kepercayaan Modal Dunia

*) Oleh: Ahmad Zulfikar Persaingan memperebutkan modal global semakin ketat di tengah perubahan ekonomi dunia yang berlangsung cepat. Investor internasional tidak lagi hanya mempertimbangkan besarnya pasar dan kekayaan sumber daya alam, tetapi juga kepastian hukum, stabilitas, kemudahan investasi, serta kualitas ekosistem keuangan. Kondisi tersebut mendorong Indonesia membutuhkan instrumen baru yang mampu mempertemukan kekuatan ekonomi domestik dengan sumber pembiayaan global secara lebih efektif. Dalam konteks inilah…
Investasi Berkualitas Melalui PFII Percepat Lompatan Ekonomi Indonesia

Investasi Berkualitas Melalui PFII Percepat Lompatan Ekonomi Indonesia

Oleh : Wisnu Arta )* Indonesia tengah memasuki fase penting dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia atau PFII. Kehadiran PFII bukan sekadar membangun kawasan keuangan baru, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk membawa Indonesia menjadi salah satu pusat keuangan yang semakin diperhitungkan di kawasan Asia. Dengan memperluas akses terhadap modal global, memperdalam pasar keuangan domestik, serta menghadirkan ekosistem jasa…
Skema Baru DHE SDA Tambang Perkuat Kepastian Usaha dan Devisa Nasional

Skema Baru DHE SDA Tambang Perkuat Kepastian Usaha dan Devisa Nasional

JAKARTA – Pemerintah memperkuat kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) melalui penerapan Pasal 18A Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026. Ketentuan yang berlaku untuk Pemberitahuan Pabean Ekspor (PPE) mulai 1 September 2026 tersebut memberikan relaksasi bagi eksportir sektor pertambangan yang memenuhi kriteria. Melalui skema baru ini, eksportir pertambangan yang memenuhi persyaratan dapat menempatkan DHE SDA paling sedikit 30 persen selama paling…
Pemerintah Relaksasi DHE SDA Tambang untuk Jaga Likuiditas Ekspor

Pemerintah Relaksasi DHE SDA Tambang untuk Jaga Likuiditas Ekspor

Jakarta - Pemerintah memberikan relaksasi terhadap ketentuan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) bagi sebagian eksportir sektor pertambangan. Kebijakan tersebut memberikan fleksibilitas bagi eksportir yang memenuhi kriteria tertentu untuk menempatkan DHE SDA paling sedikit 30 persen selama paling singkat tiga bulan, dibandingkan ketentuan umum sebesar 100 persen selama 12 bulan. Fasilitas tersebut mulai berlaku pada 1 September 2026. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian…
Pemerintah Tepat Menata DHE SDA agar Ekspor Tambang Kompetitif

Pemerintah Tepat Menata DHE SDA agar Ekspor Tambang Kompetitif

Oleh: Bagas Nurahman)* Kebijakan pemerintah dalam menata Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) menjadi langkah strategis untuk menjaga keseimbangan antara penguatan devisa nasional dan daya saing ekspor sektor pertambangan. Melalui penyesuaian ketentuan yang lebih fleksibel, pemerintah memberikan ruang bagi eksportir untuk menjaga kelancaran kegiatan usaha, sekaligus memastikan devisa hasil ekspor dapat memberikan manfaat lebih besar bagi perekonomian domestik. Penataan tersebut dilakukan melalui Pasal…
Pemerintah Perkuat DHE SDA dengan Regulasi Tegas dan Adaptif

Pemerintah Perkuat DHE SDA dengan Regulasi Tegas dan Adaptif

Oleh: Juniansyah Putra)* Devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) memiliki posisi penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Pengelolaan devisa di dalam negeri dapat memperkuat likuiditas valuta asing, mendukung stabilitas makroekonomi, serta menyediakan ruang pembiayaan bagi investasi dan hilirisasi sumber daya alam. Namun, kebijakan DHE SDA harus mampu menjawab dua kepentingan secara bersamaan, yakni menjaga kepentingan ekonomi nasional dan mempertimbangkan kebutuhan operasional dunia usaha.…
Anggaran MBG 2027 Dipastikan Lebih Tepat Sasaran dan Minim Kebocoran

Anggaran MBG 2027 Dipastikan Lebih Tepat Sasaran dan Minim Kebocoran

Jakarta — Pemerintah terus memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan anggaran tahun 2027 digunakan secara efektif, transparan, dan tepat sasaran. Penguatan sistem pertanggungjawaban keuangan menjadi bagian penting dari pembenahan agar setiap rupiah anggaran negara benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Dalam RAPBN 2027, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp240 triliun untuk program MBG dengan sasaran sekitar 60,6 juta penerima manfaat. Besarnya anggaran tersebut…
Pemerintah Siapkan MBG 2027 Lebih Presisi dan Tepat Sasaran

Pemerintah Siapkan MBG 2027 Lebih Presisi dan Tepat Sasaran

Oleh : Radjiman Arif*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki fase penting dalam perjalanan kebijakan sosial pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Setelah pelaksanaannya terus diperluas sepanjang 2026, pemerintah mulai menyiapkan pembenahan untuk memastikan MBG pada 2027 semakin presisi, bersih dalam tata kelola, efisien dalam penggunaan anggaran, serta tepat manfaat bagi masyarakat. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi pada perluasan cakupan, tetapi juga pada peningkatan…
Efisiensi MBG 2027, Memastikan Anggaran Lebih Banyak untuk Anak Indonesia

Efisiensi MBG 2027, Memastikan Anggaran Lebih Banyak untuk Anak Indonesia

Oleh: Catur Ronggo*) Program Makan Bergizi Gratis memasuki fase baru ketika pemerintah mulai menempatkan efisiensi sebagai bagian penting dari perencanaan anggaran 2027. Dalam konteks inilah efisiensi menjadi jalan agar uang negara kembali kepada anak-anak rakyat melalui layanan gizi yang semakin tepat sasaran. Arah tersebut penting karena MBG merupakan program berskala besar dengan sasaran luas. Semakin besar jangkauan program, semakin tinggi pula tuntutan terhadap pengelolaan anggaran…
Efisiensi Anggaran MBG 2027 Diperketat dari Dapur hingga Penerima Manfaat

Efisiensi Anggaran MBG 2027 Diperketat dari Dapur hingga Penerima Manfaat

JAKARTA — Pemerintah menyiapkan langkah efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027 dengan memperkuat pengawasan penggunaan dana, mulai dari operasional dapur hingga penyaluran manfaat kepada penerima. Upaya tersebut menjadi kelanjutan pembenahan tata kelola MBG yang telah dilakukan sepanjang 2026. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan anggaran MBG tahun ini telah mengalami penyesuaian dari Rp268 triliun menjadi sekitar Rp229 triliun. Dari pagu tersebut,…