Prabowo Instruksikan Inklusifitas Keuangan Via Rekening Warga

Prabowo Instruksikan Inklusifitas Keuangan Via Rekening Warga

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya memastikan setiap warga negara Indonesia memiliki rekening bank sebagai langkah memperluas inklusi keuangan dan meningkatkan literasi keuangan masyarakat. "Setiap warga negara Indonesia harus memiliki rekening bank. Ini merupakan langkah penting untuk memperkuat inklusi keuangan dan memastikan seluruh masyarakat dapat memperoleh akses terhadap layanan keuangan secara mudah dan merata," kata Prabowo. Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam rapat terbatas…
Pemerintah Dorong Rekening Inklusif agar Bansos Lebih Tepat Sasaran

Pemerintah Dorong Rekening Inklusif agar Bansos Lebih Tepat Sasaran

JAKARTA — Pemerintah mendorong perluasan kepemilikan rekening perbankan bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat inklusi keuangan sekaligus meningkatkan efektivitas dan ketepatan penyaluran bantuan sosial (bansos). Kebijakan tersebut diarahkan untuk mengintegrasikan data kependudukan, perbankan, dan sistem pembayaran digital sehingga akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal semakin luas dan penyaluran berbagai program pemerintah dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat sasaran. Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan…
Pemerintah Percepat Inklusi Keuangan lewat Rekening untuk Semua Warga

Pemerintah Percepat Inklusi Keuangan lewat Rekening untuk Semua Warga

Oleh : Abdul Razak)* Pemerintah terus mempercepat penguatan inklusi dan literasi keuangan masyarakat melalui perluasan kepemilikan rekening bagi seluruh warga negara Indonesia. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan semakin banyak masyarakat memiliki akses terhadap layanan keuangan formal, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi penyaluran berbagai program pemerintah secara efektif, tepat sasaran, dan terintegrasi. Penguatan akses keuangan tersebut menjadi salah satu pembahasan…
Mempercepat Inklusi dan Literasi Keuangan Nasional Lewat Kepemilikan Rekening Rakyat

Mempercepat Inklusi dan Literasi Keuangan Nasional Lewat Kepemilikan Rekening Rakyat

Oleh: Ricky Rinaldi*) Akselerasi pembangunan ekonomi yang berkeadilan menuntut pemerataan akses terhadap layanan keuangan formal bagi seluruh lapisan masyarakat. Di tengah kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat, kepemilikan rekening perbankan bukan lagi sekadar pelengkap transaksi administratif, melainkan instrumen paling mendasar dalam membangun ketahanan finansial keluarga dan memberdayakan ekonomi rakyat secara mandiri. Terobosan strategis pemerintah dalam mempermudah dan membuka kepemilikan rekening perbankan bagi seluruh warga negara…
Pemerintah Sebut Bencana Alam Tak Ganggu Ekonomi secara Signifikan

Pemerintah Sebut Bencana Alam Tak Ganggu Ekonomi secara Signifikan

JAKARTA — Pemerintah meyakini rangkaian bencana alam yang melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir tidak akan mengganggu pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan. Meski bencana diperkirakan memberikan tekanan terhadap aktivitas ekonomi di sejumlah daerah terdampak, pemerintah menilai dampaknya masih dapat dikelola. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, bencana alam yang terjadi memang berpotensi memengaruhi laju perekonomian nasional. Namun, dampak tersebut diperkirakan tidak cukup besar…
Pemerintah Pastikan Dampak Ekonomi Bencana Alam Masih Terkendali

Pemerintah Pastikan Dampak Ekonomi Bencana Alam Masih Terkendali

JAKARTA — Pemerintah memastikan rangkaian bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia belum memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai dampak bencana terhadap pertumbuhan ekonomi nasional masih relatif terbatas. “Dari ekonomi harusnya sih ada gangguan sedikit. Tapi enggak akan sampai memperlambat ekonomi secara signifikan,” ujarnya. Optimisme tersebut diperkuat dengan komitmen pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua…
Pemerintah Harus Terus Hadir agar Bencana Alam Tidak Menekan Daya Tahan Ekonomi

Pemerintah Harus Terus Hadir agar Bencana Alam Tidak Menekan Daya Tahan Ekonomi

*) Oleh: Galih Bagus Wiratama Erupsi Gunung Anak Krakatau dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia kembali mengingatkan bahwa bencana alam bukan semata persoalan keselamatan manusia dan kerusakan lingkungan. Dampaknya dapat menjalar ke sektor ekonomi ketika bandara terganggu, jalur logistik terhambat, jaringan energi dan telekomunikasi terdampak, serta aktivitas pekerja dan dunia usaha ikut terhenti. Dalam situasi demikian, bencana dapat berubah menjadi tekanan…
Bencana Alam Mengganggu Sementara, Daya Tahan Ekonomi Tetap Terjaga

Bencana Alam Mengganggu Sementara, Daya Tahan Ekonomi Tetap Terjaga

Oleh: Antonius Utomo Bencana alam menjadi tantangan yang tidak dapat sepenuhnya dihindari oleh Indonesia sebagai negara yang memiliki kondisi geografis dan iklim yang beragam. Banjir, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, hingga erupsi gunung api dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta memberikan tekanan terhadap kegiatan ekonomi di wilayah terdampak. Namun, berbagai perkembangan terbaru menunjukkan bahwa gangguan tersebut masih dapat dikelola dan tidak serta-merta menggoyahkan ketahanan perekonomian nasional.…
Refleksi September Hitam, Pemuda Ajak Mahasiswa Jaga Persatuan

Refleksi September Hitam, Pemuda Ajak Mahasiswa Jaga Persatuan

JAKARTA – Mencuatnya isu September Hitam 2026 di ruang publik menjadi momentum bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk meningkatkan kepedulian terhadap persoalan hak asasi manusia (HAM) sekaligus menjaga persatuan dan ketertiban masyarakat. Mahasiswa dinilai memiliki posisi strategis untuk menjadi agen perubahan yang mampu menyampaikan aspirasi secara kritis, namun tetap mengedepankan sikap bijak dan bertanggung jawab. Aktivis pemuda dan mahasiswa, M. Fad, mengajak mahasiswa dan masyarakat…
Aktivis Pemuda Ajak Mahasiswa Bijak Sikapi Informasi September Hitam

Aktivis Pemuda Ajak Mahasiswa Bijak Sikapi Informasi September Hitam

Jakarta – Aktivis pemuda dan mahasiswa mengajak generasi muda untuk menyikapi secara bijak berbagai informasi yang beredar di tengah mencuatnya isu September Hitam 2026. Sikap kritis dan kemampuan memverifikasi informasi dinilai penting agar mahasiswa tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum terjamin kebenarannya. Ketua Umum HMI Komisariat Hukum Universitas Jenderal Soedirman, Mizar Hilman, mengatakan perkembangan teknologi telah memudahkan generasi muda mengakses informasi mengenai berbagai kasus…