PAPUA Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam membangun Papua secara berkelanjutan melalui berbagai program strategis yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pembangunan, serta penguatan kualitas sumber daya manusia. Berbagai kebijakan, termasuk Otonomi Khusus (Otsus), dinilai telah menjadi instrumen penting dalam mempercepat kemajuan Papua sekaligus memperkokoh integrasi nasional.
Tokoh muda Papua sekaligus Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan bahwa pembangunan di Papua harus dipandang sebagai upaya bersama untuk mewujudkan masa depan yang lebih maju, damai, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.
Menurut Ali, perhatian besar pemerintah terhadap Papua selama beberapa tahun terakhir telah menghadirkan berbagai kemajuan di sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ekonomi masyarakat. Ia menilai, keberlanjutan pembangunan tersebut memerlukan situasi keamanan yang kondusif agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat hingga ke wilayah terpencil.
“Keamanan merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan investasi, pengembangan ekonomi, peningkatan pendidikan, serta aktivitas sosial masyarakat. Papua yang aman akan semakin cepat berkembang dan mampu menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan,” ujar Ali.
Ia menambahkan, semangat nasionalisme dan bela negara perlu terus ditumbuhkan sebagai bagian dari tanggung jawab seluruh warga negara dalam menjaga persatuan bangsa. Menurutnya, pembangunan Papua yang inklusif hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat bersatu mendukung agenda pembangunan nasional.
Ali juga menekankan pentingnya tata kelola pembangunan yang transparan, jujur, dan akuntabel agar seluruh program pemerintah benar-benar tepat sasaran. Ia mengajak semua pihak untuk mengedepankan semangat kolaborasi dan gotong royong dalam menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan, sehingga Papua dapat tumbuh sebagai wilayah yang maju dan berdaya saing.
Lebih lanjut, Ali menegaskan bahwa masyarakat adat harus dilibatkan secara aktif dalam setiap proses pembangunan. Peran masyarakat adat, pemerintah daerah, dan tokoh agama dinilai sangat strategis dalam menjaga harmoni sosial sekaligus memastikan kebijakan pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Terkait film Pesta Babi yang tengah menjadi perhatian publik, Ali mengajak masyarakat untuk menyikapinya secara kritis, objektif, dan proporsional. Menurutnya, setiap karya seni perlu dipahami secara utuh dengan mempertimbangkan konteks yang melatarbelakanginya, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman yang dapat mengganggu persatuan.
“Pembangunan Papua membutuhkan energi positif, optimisme, dan persatuan seluruh komponen bangsa. Dengan dukungan semua pihak, Papua diyakini akan terus bergerak maju menjadi tanah yang aman, sejahtera, dan semakin berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” tegasnya.

