Pemerintah Pacu Investasi dan Ekonomi Rakyat, Dialog Jadi Jalan Menyampaikan Aspirasi

Pemerintah Pacu Investasi dan Ekonomi Rakyat, Dialog Jadi Jalan Menyampaikan Aspirasi

Jakarta - Pemerintah terus memacu investasi dan menggerakkan ekonomi rakyat untuk memperluas lapangan kerja. Bersamaan dengan itu, ruang komunikasi dengan masyarakat terus dibuka agar kebijakan dapat dijelaskan sekaligus menyerap masukan publik. Presiden Prabowo Subianto mengatakan investasi menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp1.931 triliun dan menghasilkan 2,7 juta lapangan kerja baru. Hingga Juni 2026, investasi tercatat…
Investasi Era Prabowo Menguat, Stabilitas Jadi Modal Pertumbuhan Ekonomi

Investasi Era Prabowo Menguat, Stabilitas Jadi Modal Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA – Momentum investasi Indonesia yang tetap kuat di tengah ketidakpastian global dinilai perlu dijaga bersama dengan mempertahankan stabilitas nasional. Ruang penyampaian aspirasi masyarakat tetap menjadi bagian demokrasi, namun pelaksanaannya diharapkan berlangsung tertib agar tidak mengganggu aktivitas ekonomi dan kepercayaan dunia usaha. Presiden Prabowo Subianto mengatakan realisasi investasi sepanjang semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun atau sekitar 49,5 persen dari target tahun ini sebesar Rp2.041,3…
Pemerintah Akomodasi Aspirasi Buruh lewat RUU Ketenagakerjaan hingga Rumah Subsidi

Pemerintah Akomodasi Aspirasi Buruh lewat RUU Ketenagakerjaan hingga Rumah Subsidi

Jakarta – Pemerintah dan DPR tengah melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pelindungan Ketenagakerjaan dengan membuka ruang masukan dari serikat pekerja, pengusaha, dan masyarakat. Pembahasan RUU tersebut mencakup sejumlah isu ketenagakerjaan, mulai dari pengupahan, outsourcing, Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), PHK dan pesangon hingga perlindungan pekerja. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan proses penyusunan RUU tersebut masih berjalan dan terbuka terhadap berbagai masukan dari buruh, pengusaha maupun kelompok…
Jaga Hari Tani Kondusif, Aspirasi Damai Jangan Dicederai Provokasi

Jaga Hari Tani Kondusif, Aspirasi Damai Jangan Dicederai Provokasi

JAKARTA — Momentum Hari Tani Nasional pada 24 September diharapkan menjadi ruang menyampaikan aspirasi sekaligus memperkuat perhatian terhadap kesejahteraan petani. Masyarakat dan peserta unjuk rasa (unras) diimbau menjaga ketertiban serta tidak terpengaruh provokasi yang berpotensi mengubah penyampaian aspirasi damai menjadi tindakan anarkis. Analis Politik dan Isu Intelijen Boni Hargens menilai masyarakat tidak perlu larut dalam kecemasan menghadapi berbagai wacana mobilisasi massa pada September. Menurutnya, aparat…
Prabowo Dorong E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi Nasional

Prabowo Dorong E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi Nasional

JAKARTA – Pemerintah mulai menyiapkan pengembangan bahan bakar bensin campuran bioetanol 50 persen atau E50 sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional. Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Merdeka. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pengembangan E50 akan disusun dengan mempelajari pengalaman penerapan biodiesel B50. Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan…
Setelah B50, E50 Menjadi Tahap Baru Menuju Kemandirian Energi Indonesia

Setelah B50, E50 Menjadi Tahap Baru Menuju Kemandirian Energi Indonesia

Oleh: Alexander Royce*) Di tengah dinamika geopolitik global yang kian tidak menentu dan ancaman krisis energi yang membayangi banyak negara, Indonesia justru mengambil langkah kuda yang begitu visioner. Ketergantungan pada bahan bakar minyak fosil impor selama berdekade-dekade telah menjadi beban struktural bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, narasi pesimisme itu kini dipatahkan secara meyakinkan. Kesuksesan implementasi program biodiesel lima puluh persen atau B50…
Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

Oleh : Abdul Razak)* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki tahap penguatan tata kelola melalui mekanisme evaluasi yang melibatkan sekolah sebagai penerima layanan secara langsung. Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan aplikasi yang memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian terhadap layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari kualitas menu hingga ketepatan distribusi. Mekanisme tersebut dapat menjadi instrumen koreksi untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus memperbaiki kualitas…
Penilaian MBG Berbasis Aplikasi Disiapkan untuk Awasi Dapur SPPG

Penilaian MBG Berbasis Aplikasi Disiapkan untuk Awasi Dapur SPPG

Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, mengatakan BGN tengah menyiapkan aplikasi khusus yang memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian terhadap kualitas layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Melalui aplikasi tersebut, kepala sekolah nantinya dapat memberikan rating berupa bintang sekaligus catatan mengenai pelayanan dapur SPPG. Mekanisme ini dibuat menyerupai sistem penilaian pada aplikasi layanan pesan-antar makanan sehingga kondisi pelayanan dapat…
Pemerintah Dorong Penilaian MBG agar Kualitas Menu dan Distribusi Terpantau

Pemerintah Dorong Penilaian MBG agar Kualitas Menu dan Distribusi Terpantau

Jakarta- Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong penguatan pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyiapkan sistem penilaian berbasis aplikasi bagi sekolah penerima layanan. Sistem tersebut dirancang agar kualitas makanan, ketepatan distribusi, serta pelayanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat dipantau secara langsung dan menjadi bahan evaluasi. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, aplikasi tersebut nantinya memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian terhadap dapur SPPG yang melayani…
Sistem Penilaian MBG: Pemerintah Serius Membenahi Kualitas Layanan

Sistem Penilaian MBG: Pemerintah Serius Membenahi Kualitas Layanan

Oleh: Nadira Citra Maheswari)* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus memasuki tahap penguatan tata kelola seiring dengan semakin luasnya cakupan penerima manfaat. Perluasan layanan tersebut diikuti pengawasan agar penyediaan makanan tidak hanya memenuhi aspek kuantitas, tetapi juga memperhatikan mutu, keamanan pangan, ketepatan waktu, serta kesesuaian dengan standar gizi. Salah satu langkah yang dikembangkan Badan Gizi Nasional (BGN) adalah sistem penilaian terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi…