Sekolah Rakyat Terintegrasi, Pendidikan yang Bermartabat

Sekolah Rakyat Terintegrasi, Pendidikan yang Bermartabat

Oleh : Abdul Razak)* Pendidikan yang bermartabat tidak cukup dimaknai sebagai tersedianya ruang kelas dan akses belajar. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu menjamin setiap anak memperoleh kesempatan berkembang secara utuh, tanpa kehilangan hak untuk memperoleh lingkungan belajar yang aman, berkualitas, dan mendukung masa depan. Dalam perspektif tersebut, pengembangan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat intervensi sosial bagi anak-anak…
Sekolah Rakyat Terintegrasi Jakarta Tunjukkan Perkembangan Peserta Didik

Sekolah Rakyat Terintegrasi Jakarta Tunjukkan Perkembangan Peserta Didik

JAKARTA - Sekolah Rakyat Terintegrasi di Jakarta Selatan memperlihatkan perkembangan peserta didik dalam akademik, kedisiplinan, kepercayaan diri, dan keterampilan. Program pendidikan berasrama ini membuka akses pendidikan bagi anak dari keluarga rentan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan perkembangan program saat melaporkan pelaksanaan Sekolah Rakyat kepada Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, Sekolah Rakyat telah beroperasi di 182 titik dengan lebih dari 44.000 siswa, sementara lebih dari 90…
Bansos Digital Nasional Ditargetkan Meluncur pada Oktober 2026

Bansos Digital Nasional Ditargetkan Meluncur pada Oktober 2026

Jakarta – Pemerintah menargetkan sistem perlindungan sosial berbasis digital diluncurkan secara nasional pada Oktober 2026. Transformasi tersebut akan mengubah pola penyaluran bantuan sosial bagi sekitar 50 juta masyarakat miskin, dengan dana disalurkan melalui rekening dan penggunaan bantuan dibatasi untuk kebutuhan tertentu. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan bahwa kelompok masyarakat termiskin yang menjadi sasaran awal…
Kecam Penembakan di Muliama, Tokoh Adat Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kedamaian

Kecam Penembakan di Muliama, Tokoh Adat Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kedamaian

Oleh : Loa Murib )* Penembakan terhadap tiga warga sipil di Distrik Muliama, Papua Pegunungan, kembali mengingatkan bahwa keamanan dan keselamatan masyarakat harus menjadi kepentingan bersama. Kekerasan yang menyasar warga sipil tidak hanya menimbulkan korban dan trauma bagi keluarga, tetapi juga dapat mengganggu kehidupan sosial, aktivitas ekonomi, serta rasa aman masyarakat di lingkungan sekitarnya. Karena itu, kecaman terhadap aksi penembakan perlu diikuti dengan seruan untuk…
Pemerintah Siapkan Bansos Digital agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

Pemerintah Siapkan Bansos Digital agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat transformasi digital perlindungan sosial untuk memastikan bantuan sosial (bansos) diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Pemanfaatan teknologi dan integrasi data menjadi bagian dari pembenahan tata kelola agar penyaluran bantuan semakin tepat sasaran, transparan, dan mudah diakses. Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Mira Tayyiba mengatakan digitalisasi dilakukan untuk menjawab persoalan data yang belum sepenuhnya terintegrasi, termasuk risiko penerima…
Tokoh Papua Bersatu Kecam Kekerasan dan Serukan Perdamaian

Tokoh Papua Bersatu Kecam Kekerasan dan Serukan Perdamaian

Oleh : Yohanes Wandikbo )* Kekerasan terhadap masyarakat sipil di Papua kembali mendapat perhatian serius dari para tokoh adat. Penembakan terhadap tiga orang sipil di Distrik Muliama menjadi momentum bagi sejumlah kepala suku dan ondofiai untuk menyampaikan sikap bersama bahwa kekerasan bukan jalan penyelesaian persoalan. Dari berbagai wilayah, suara yang muncul relatif senada, yakni mengecam penembakan, meminta proses penegakan hukum berjalan, serta mengajak masyarakat menjaga…
Tokoh Adat Papua: Aksi OPM Tembak Warga Sipil Tak Manusiawi

Tokoh Adat Papua: Aksi OPM Tembak Warga Sipil Tak Manusiawi

JAKARTA — Tokoh adat Papua mengecam aksi penembakan terhadap warga sipil di Distrik Muliama yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata. Aksi tersebut dinilai tidak manusiawi dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan serta upaya menciptakan keamanan dan kedamaian di Tanah Papua. Ondoafi Kampung Sabron Yaru, Nikodemus Yaboisembut, mengutuk aksi penembakan terhadap tiga warga sipil di Distrik Muliama. Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap masyarakat tidak dapat dibenarkan karena masyarakat…
Energi Bensin Batu Bara: Indonesia Mampu Mengolah Sumber Daya Sendiri

Energi Bensin Batu Bara: Indonesia Mampu Mengolah Sumber Daya Sendiri

Oleh : Syfianty Amelia Gagasan mengolah batu bara menjadi bensin menandai babak baru dalam upaya Indonesia memperkuat ketahanan energi nasional. Di tengah ketidakpastian geopolitik global dan kebutuhan mengurangi ketergantungan terhadap energi impor, pemanfaatan sumber daya domestik menjadi langkah yang semakin relevan. Indonesia tidak hanya memiliki cadangan batu bara yang besar, tetapi juga mulai mengembangkan berbagai teknologi pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut. Karena itu,…
Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

JAYAPURA — Penembakan terhadap tiga warga sipil di Distrik Muliama mendapat kecaman dari sejumlah tokoh adat Papua. Mereka menolak kekerasan terhadap masyarakat sipil serta mendorong penguatan keamanan dan penegakan hukum agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman. Kepala Suku Meop, Jorgen Meop, mengatakan masyarakat perlu mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut dan bersama-sama menjaga keamanan wilayah. Ia menilai ketenangan masyarakat penting untuk mencegah munculnya persoalan keamanan…