Jakarta, Pemerintah terus memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global yang berdampak terhadap pasar energi internasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih berada dalam standar minimal sehingga kebutuhan masyarakat dapat terus dipenuhi secara aman dan berkelanjutan. Pemerintah sebelumnya juga menegaskan cadangan BBM berada di atas standar minimum nasional di tengah ketidakpastian energi global.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kecukupan cadangan BBM sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas energi nasional. Menurutnya, ketersediaan cadangan menjadi salah satu instrumen penting untuk menghadapi perubahan kondisi pasar dan gejolak geopolitik yang berpotensi memengaruhi pasokan energi dunia.
“Yang terpenting sekarang adalah pemerintah memastikan cadangan BBM kita itu ada pada standar minimal, 18–21 hari,” ujar Bahlil dalam acara Electricity Connect 2026 di Tangerang, Banten.
Kepastian cadangan tersebut menunjukkan pemerintah terus melakukan langkah antisipatif untuk menjaga kesinambungan pasokan energi. Pengelolaan cadangan BBM juga menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional sehingga aktivitas masyarakat dan perekonomian tetap dapat berjalan di tengah perubahan situasi global.
Selain menjaga ketersediaan stok, pemerintah memberikan kepastian terhadap harga BBM bersubsidi. Bahlil menyampaikan bahwa harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto sekaligus bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah sebelumnya telah menyampaikan komitmen yang sama dan mengaitkannya dengan kondisi pasokan serta ruang fiskal yang tersedia.
Kebijakan tersebut memberikan kepastian bagi masyarakat, khususnya kelompok yang menggunakan BBM bersubsidi untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Stabilitas harga BBM diharapkan turut menjaga keberlangsungan kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi pemerintah untuk menghadapi dinamika harga energi global secara terukur.
Di sisi lain, Bahlil menjelaskan bahwa mekanisme BBM nonsubsidi berbeda karena harganya mengikuti perkembangan pasar. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan perubahan harga minyak mentah dunia yang tercermin melalui Indonesian Crude Price (ICP).
“Harga BBM nonsubsidi itu akan mengikuti harga pasar. Kalau harga pasar globalnya itu ICP-nya naik, otomatis dia akan naik. Tetapi kalau harga ICP-nya turun, pasti juga dia akan melakukan koreksi,” kata Bahlil.
Dengan menjaga kecukupan cadangan, memastikan kelancaran pasokan, serta memberikan kepastian harga BBM bersubsidi, pemerintah terus memperkuat ketahanan energi nasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi di tengah ketidakpastian geopolitik global. (*)